Kamis, 19 Februari 2009

CD kiriman dari Netta KD - 4 Love Songs




Netta KD baru aja ngeluncurin mini album berjudul 4 LOVE SONGS. Album ini dirilis terbatas dan gak dijual di toko2 kaset.. sebagai tanda diluncurkannya album ini, Netta udah menggelar konser di Pisa Kafe tanggal 13 Februari kemaren yang juga menampilkan VINA PANDUWINATA dan HEDI YUNUS sebagai guest star.

Sayangnya gue gak dateng ke acara itu. Tapi ternyata Neta baiiiiik banget sama gue :) pagi-pagi tadi ada kurir dateng nganterin goodie bag berisi CD, cokelat sama polo shirt... duhhh... makasih ya neng...

Album ini berisi 4 lagu cinta, yang semuanya diciptakan Netta bersama beberapa komposer yaitu ASTRID LEA, ARI KUSUMA dan IQBAL. Di sesi musik sendiri Netta dibantu antara lain oleh Astrid, BINTANG INDRIANTO dan HARRY GORO. Suara khas Netta terdengar jelas di album ini. Lagu MENGAPA SEKARANG dan KUSIMPAN SENDIRI terdengar kuat dan bisa bikin yang mendengarkan 'meleleh'.

Sayangnya album ini dirilis terbatas... mudah2an ada label yang tertarik buat mengedarkan secara luas... amiiin...

Senin, 16 Februari 2009

Diskografi Lengkap FARIZ RM

Dapet list ini dari group-nya fariz di Facebook. Bukan cuma album yang ada suaranya Fariz, tapi juga album yang melibatkan Fariz sebagai arranger, player, composer atau producer. Yang warna biru yang gue udah punya... duhhh... banyak banget yang gue belom punya yaaa.. :( Tapi lumayan lah data ini sangat berharga buat panduan hunting. Lagian jarang-jarang seorang musisi punya data lengkap keterlibatan dia di industri musik Indonesia. 

1. LCLR Prambors 1977
2. OST Badai Pasti Berlalu1977

3. Dibatas Angan-angan (Keenan Nast) 1978
4. Santun Petaka (Harie Dea) 1979
5. Selangkah ke Seberang (FRM) 1979
6. Bahtera Asmara (Andi Meriem) 1979
7. Setitik Harapan (Benny Soebardja) 1979
8. Andhika (Emilia Contessa) 1980
9. Kau (Delly Rollies) 1980
10. Gairah Baru (Jacky) 1980
11. Eric van Houten (Eric v Houten) 1980
12. Lestari (Benny Soebardja) 1980
13. Sakura (FRM) 1980
14. Kasihku (Arie Koesmiran) 1980
15. Tak Semudah Kata-kata (Keenan Nast) 1980
16. Bayang Pesona (Harry Sabar) 1980
17. Album Perdana (Jimmy Manoppo) 1980
18. Secita Cerita (Achmad Albar) 1981
19. Rafika & Harvey (Rafika & Harvey) 1981
20. Percik Pesona (Chrisye) 1981
21. Panggung Perak ver 1 (FRM) 1981

22. Panggung Perak ver 2 (FRM) 1981
23. Hotel San Vicente (FRM/ Transs) 1981
24. Tembang Remaja '81 (FRM/ Transs) 1981
25. Album instrumentalia (Muis Rajab) 1981
26. Musik Saya Adalah Saya (JOckie S.) 1982
27. Lady/ Kasih -seleksi (FRM/ Symphony) 1982
28. Lady (versi Inggris) -seleksi (FRM/ Symphony) 1982
29. Marissa Haque Band (Marissa H/ Symphony) 1982
30. Trapeisum (FRM/ Symphony) 1982

31. Produk Hijau (FRM/ WOW!) 1982
32. Kuberjanji (Arie Koesmiran) 1982
33. Langkahkan Pasti (Achmad Albar) 1982
34. Kristal Rindu (Dina Mariana) 1982
35. Peristiwa 77-78 (FRM) 1982
36. Fariz & Mustaka (FRM) 1983
37. Scenario (Achmad Albar) 1983
38. Musik Rasta (FRM) 1983
39. Musik Rasta (Daniel Sahuleka/ Symphony) 1983
40. Punk Eksklusif (Jockie Soerjo) 1983
41. Pesona Rindu (FRM/ JRS) 1983
42. Hati Lebur Jadi Debu (Dina Mariana) 1983
43. Peristiwa 81-84 (FRM) 1984
44. Ebiet 1984 (Ebiet G. Ade) 1984
45. Laras Hati (Doddy Soekasah) 1984
46. Metal (FRM/ Symphony) 1984
47. Untukmu Jakarta (Michael Ramon Tuhuleruw) 1984
48. Ding Dong (Jimmy Manoppo)1984
49. Reinkarnasi (FRM/ JRS) 1984
50. Tragedi (Indra Lesmana) 1985
51. Mengapa Kau Lakukan (Maya Rumantir) 1985

52. Dulu Lain Sekarang Lain (Keenan Nast) 1985
53. Manusia-manusia (Eros Djarot) 1985
54. Harvey & 5 Komposer (Harvey M.) 1985
55. Dara-dara (Keenan Nast) 1986
56. Karina (Indra Lesmana) 1986
57. Do Not Erase (FRM) 1987

58. Pesta Reuni (Iwan Madjid) 1987
59. Ada yang Lain (Bagoes AA) 1987
60. Goyah (Gito Rollies) 1987
61. Karma (Kiki Maria) 1987
62. Transisi (Atiek CB) 1987

63. Kepastian (Nia Zulkarnaen) 1987
64. Normal (FRM/ Symphony) 1987
65. Hu Wi Yu (Deddy Dhukun) 1988

66. Untukmu Sayang (Ismi Aziz) 1988
67. ISO Girl (Dorie Kalmas) 1988
68. Semakin Menawan (Indra Lesmana) 1988
69. Sebuah Obsesi (Neno Warisman) 1988
70. Kharisma Indonesia (Ekki Soekarno) 1988
71. Duet Plus (Dodo Zakaria) 1988
72. Miracle (Dorie Kalmas) 1988
73. Malam Dansa (Nourma Yunita) 1988

74. 10 Suara Emas Remaja 1988
75. Living In The Western World (FRM) 1988
76. 12 Bintang Idola -seleksi 1988
77. Hanya Satu Kamu -seleksi 1988

78. Hanya Kau Satu -seleksi 1988
79. Nuansa Kasih (Sandro Tobing) 1989
80. Wow Kring kring (Vina Panduwinata) 1989

81. Suara Cinta (Yossi Den Has) 1989
82. Indonesia's Top 10 '89 9FRM/ Superdigi) 1989
83. Kharisma Indonesia 2 (Ekki Soekarno) 1989
84. Fashionova (FRM) 1989

85. Fariz Hitz! (FRM) 1989
86. Kharisma Satu (Trie Utami) 1989
87. Jalan Masih Panjang -seleksi 1989
88. Orang ketiga -seleksi (FRM/ JRS) 1989
89. 12 Lagu Baru -seleksi (FRM/ Alex Kembar) 1989
90. 12 Bintang Idola vol. 2 -seleksi 1989
91. Dimataku Ada Kamu (Ira Maya Sopha) 1989
92. Cover Ten (FRM) 1990
93. Awas (Malyda) 1990
94. Jangan Menambah Dosa (FRM/ 7 Bintang) 1990
95. Semua Milik Tuhan (FRM/ 7 Bintang) 1990
96. OST Catatan Si Boy 4 1990
97. Ada Apa? (Mira) 1990
98. Tak Pernah Berubah (Deddy Dhukun) 1990
99. Anak Baru Gede (Deddy Dhukun) 1990
100. Ricardo Batista (Ricardo Batista) 1990
101. 5 Suara Indonesia (FRM & Friends) 1990
102. Palestina (FRM/ Gank Pegangsaan) 1990
103. Rasio & Misteri (FRM/ WOW!) 1990
104. Ratna Juwita -seleksi (FRM/ JRS) 1990
105. Kharisma 2 (Trie Utami) 1990
106. Berani Tampil Beda -seleksi 1990
107. Nuansa Bening -seleksi 1990
108. Salah Sendiri -seleksi 1990
109. Hati yang Biru -seleksi 1990
110. Diantara dua -kompilasi (FRM) 1990
111. Seakan Tiada Berakhir -seleksi (Dorie Kalmas) 1990
112. Katakan -kompilasi (FRM) 1991
113. Mungkin Harus Begini (Deddy Dhukun) 1991
114. Apa Yang Kau Cari? (Dorie Kalmas) 1991
115. Keinginan (Jacky) 1991
116. Siapa Sangka (Ermy Kullit) 1991
117. Salah Apa Aku (Deddy Dhukun) 1991
118. Gala Premiere (FRM/ Jacob Kembar) 1991
119. OST Lupus IV (FRM/ WOW!) 1991
120. Ricky Johannes (Ricky Johannes) 1992
121. Asean Skies (FRM/ Janet Arnaiz) 1992
122. Balada (FRM) 1992

123. Palestina II (FRM/ Gank Pegangsaan) 1992
124. Arti Kebahagiaan (Deddy Dhukun) 1993
125. Karmila (Karmila) 1993
126. Revolusi Ular, Hiu & Cendrawasih (FRM Group) 1993
127. Tabu (FRM/ Renny Djajoesman) 1993
128. Romantic (FRM) 1993
129. OST Kembali Lagi 1995
130. Mengapa (Evi Safana) 1996
131. Gadis Tetangga (Ancha) 1996
132. Melati (Ancha) 1996
133. Roman Cinto (Yossi Den Has) 1996
134. Seroja (Amigos Band) 1997
135. Dongeng Negeri Cinta (FRM) 1997
136. Kerusuhan (FRM/ Gang Pegangsaan) 1998
137. Super&Slow Medley (FRM) 1998
138. Tembang Indonesia 70 seleksi 1999
139. OYEA (Voodoo Band) 1999
140. Kronologi ver. 1 (FRM) 1999
141. Di Negeri Mimpi (Satrio) 2000
142. Gen (Gen Band) 2000
143. Hard Rock FM Klasik (Uci) 2000
144. Dua Dekade (FRM) 2001
145. Dua (Widuri) 2001
146. Semua Bintang (Yovie Widianto) 2001
147. Kronologi ver. 2 (FRM) 2001

148. Sakura (Sakura Band) 2001
149. Kini (Rossa) 2002
150. Dekade (Chrisye) 2002
151. Karya Masterpiece (Dorie Kalmas) 2002

152. Bersatu utk Maju Damai Indku (Softhian M.) 2004
153. Kalam Kalbuku (Religi) 2004
154. Indonesian Idol Seri Cinta 2005
155. Sebuah Ujian Luka Tak Berdarah (Khalifah) 2005
156. Aku Masih Aku (Ari Vito) 2005
157. Kedamaian -seleksi 2005
158. 16 Bintang Pop -seleksi 2005
159. Curse on Cozmic Avenue (FRM) 2006

Senin, 09 Februari 2009

Indolawas peringkat 2 Shinystat

Lama gak ngecek Shinystat... hari ini ngecek dan bikin sumringah karena posisi blog gue indolawas.blogspot.com ada di posisi 2 untuk katagori Personal Homepage... trus untuk all categories ada di posisi 63... lumayan lahhhhhh soalnya kan internasional :))


thanks yang rajin buka indolawas ya... cuma sayangnya gak bisa dipasangin adsense soalnya gak pake bahasa inggris :(

Sabtu, 07 Februari 2009

Karena Hatiku...

lambaianmu mulai terlihat
meski serapat aku pejamkan mata
lalu aku sibuk menyalahkan diri
mengapa kubiarkan hanyut
dan menikmati harapan semu

barangkali ini jawaban doaku
karena pertentangan itu selalu mengganggu
tapi tidak dengan cara ini !!!
aku tidak siap dilukai

karena hatiku benar-benar telah kau curi
tanpa aku sanggup

meraihnya lagi...

Kamis, 05 Februari 2009

Koleksi Iis Sugianto




Mbak yang satu ini memang 'biangnya' pop cengeng (baca : melankolis) yang sempet merajai industri musik Indonesia di era 80an. Gara-gara sukses albumnya JANGAN SAKITI HATINYA-lah lantas berderet penyanyi-penyanyi muda nan cantik berlomba-lomba menyanyi di genre ini. Padahal di awal karirmya Iis justru ada di genre pop kreatif, tapi hokinya memang ada di genre pop melankolis ini.

Ini koleksi kaset Iis Sugianto gue.. sebenernya awalnya gue cuma nyari dua album Iis di Jackson Records, tapi entah kenapa album-album lainnya juga gue koleksi... gak papa lah... belum tentu mbak Iis-nya juga punya album-albumnya kan hehehe...

Minggu, 01 Februari 2009

Pintu Terlarang

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Judul Film : Pintu Terlarang
Sutradara : Joko Anwar
Skenario : Joko Anwar
Pemain : Fachry Albar, Marsha Timothy, Ario Bayu, Tio Pakusadewo, Henidar Amroe
Produksi : LifeLike Pictures

Menyaksikan film ini membutuhkan 'energi' berlebih, terutama untuk mereka yang belum terbiasa dengan gaya JOKO ANWAR yang sudah dimulainya sejak film KALA tempo hari. Bagi mereka yang membutuhkan 'hiburan' mungkin akan mengernyitkan dahi melihat film ini. Satu contoh nyata, gue ngajak temen gue buat nonton film ini, yang ada dia kebingungan mengartikan adegan demi adegan yang gak runut, bahkan sampai film berakhir dia masih menampakkan muka 'bego'nya meskipun udah gue jelaskan semampu gue apa maksud dari fim ini :(

Film ini dibuat berdasarkan novel berjudul sama karya SEKAR AYU ASMARA, yang tempo hari juga menyutradari sendiri filmnya berjudul BELAHAN JIWA. Cerita film ini hampir senada dengan Belahan Jiwa, tapi dengan eksekusi dan gaya bertutur yang berbeda. Adalah GAMBIR (Fachry Albar) seorang pematung sukses yang mengambil spesialisasi maternity mother. Patung-patung ibu hamil itu berhasil sold out di setiap pameran, tapi hal itu tidak membuat Gambir terlihat bahagia. Dia selalu terlihat resah meskipun punya istri yang cantik : TALYDA (Marsha Timothy), Ibu yang menyayangi : MENIK (Henidar Amroe), dan sahabat-sahabat yang setia. Ihwal keresahan ini mulai bisa terkuak seiring perjalanan film meski dengan editing yang melompat-lompat : Gambir ternyata impoten.. dan lebih jauh lagi, sebelum menikah ternyata Talyda sempat hamil dan menggugurkan kandungan karena tidak mau membuat malu keluarga. Dari sini kita mungkin akan menyimpulkan bahwa ketidakmampuan Gambir di ranjang karena proses penggunguran ini. Apalagi kemudian kita diberitahu bahwa ternyata janin yang digugurkan itu kemudian (atas paksaan Talyda) dimasukkan ke dalam perut patung ibu hamil yang dibuatnya !! Kita jadi maklum kalau Gambir menjadi 'tidak berdaya' di ranjang dengan kondisi seperti ini, terlebih karena kemudian situasi memaksanya untuk terus mengambil janin-janin dari tempat pengguguran kandungan untuk diisikan ke dalam patung-patungnya !!

Misteri terus menyelimuti kehidupan Gambir. Terlebih ketika seorang anak kecil misterius tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Lewat tulisan 'TOLONG SAYA' yang disebarkan anak kecil itu di berbagai tempat membawa Gambir ke sebuah tempat bernama HEROSASE. Disanalah misteri besar itu satu demi satu mulai terurai. Anak kecil yang ternyata menjadi korban kekerasan orangtuanya itu membawa Gambir pada kenyataan yang nyaris tidak terduga, tentang orang-orang disekelilingnya. Sampai ketika malam natal dan Gambir mengadakan jamuan makan malam, semuanya berusaha diselesaikan Gambir dengan caranya sendiri, termasuk juga dengan membuka pintu yang selama ini dilarang dibuka oleh Talyda. Terbukalah semua tabir ketika pintu terlarang terbuka... bahwa ada kaitan kuat antara Gambir dengan anak kecil misterius itu....

Cerita asli film ini memang terhitung berat. Penulisnya sendiri bilang kalau novel itu tidak komersial. Jadi ketika ditransfer ke dalam film oleh Joko, kesan 'berat' itu memang masih sangat terasa. Film ini tampil suram.. kita seperti ikut gelisah menyaksikan adegan demi adegan. Untungnya meskipun gambar-gambar dengan nuansa suram nyaris menghiasi seluruh adegan, tetapi tetap terlihat puitis dan enak dilihat. Akting pemain juga cukup terjaga, tidak ada yang kedodoran alias semua pas sesuai tuntutan peran. Tim artistik juga sukses menyulap kawasan jakarta kota menjadi sebuah tempat yang 'seperti bukan di Indonesia'.

Hanya saja -seperti juga film KALA-, film ini menampilkan banyak adegan sadisme yang cukup berani, terutama di adegan puncak (jamuan makan malam). Temen gue aja sampai jejeritan dan menutup mata. Jadi memang film ini samasekali bukan film hiburan. Dibutuhkan energi lebih untuk menontonnya... bukan sekedar mengurai jalan cerita yang melompat-lompat, tapi juga menonton adegan-adegannya sendiri yang suram dan membuat 'stress'.

Bintang 4 untuk keberanian Joko membuat film yang tidak komersial dengan semangat tinggi dan hasil yang tidak mengecewakan.

Sabtu, 24 Januari 2009

PEREMPUAN YANG DICINTAI SUAMIKU

This is a touchy story... gue gak ngerti apakah ini real atau fiksi, gue juga dapet dari email yang udah diforward kesana-sini. Mungkin udah pada baca tapi gue pengen re-post disini karena cerita ini luar biasa...

PEREMPUAN YANG DICINTAI SUAMIKU

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makanberdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu. Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah. Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, "
lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya
membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali
lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya
keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

*Dear Meisha,*
*Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.*
*Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2
mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku.. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku
menikahinya.*
*Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.*
*Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.*

*yours,*
*Mario*

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu
terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

" *Mario, suamiku….*
*Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..*

*Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.*

*Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"*

*Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.*

*Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.*

*Istrimu,*

*Rima"*

Di surat yang lain,

*"………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es.. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"*

Disurat yang kesekian,

*"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.*

*Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….*

*Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya…….."*

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

*"…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.*

*Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran
dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.*

*Tahukah engkau suamiku,*

*Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"*

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat
keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha
dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario
mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

*Dear Meisha,*

*Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?*

*Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….*

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.

*Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.*

Jakarta, 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in
peace...)